Sejumlah agenda penting ekonomi global bakal memengaruhi harga Bitcoin dan kripto lainnya di Juni 2025. Ini jadwal dan dampaknya.
Reli Kripto Masih Kuat Usai Mei yang Positif
Agenda Ekonomi Bitcoin sempat menyentuh USD 111.000 di Mei 2025. Ethereum bahkan mencatat lonjakan lebih dari 50% dalam sebulan. Mayoritas altcoin juga menguat, mencerminkan sentimen positif investor meski ketegangan geopolitik masih tinggi.
Juni Penuh Agenda Ekonomi Penting
Memasuki Juni, perhatian investor kripto tertuju pada sejumlah data ekonomi yang berpotensi mengguncang pasar. Mulai dari data ketenagakerjaan AS hingga pengumuman suku bunga The Fed, semuanya bisa memicu volatilitas kripto.
6 Juni – Data Pengangguran AS
Tingkat pengangguran AS menjadi kunci arah kebijakan moneter The Fed. Jika data stabil, tekanan untuk menaikkan suku bunga berkurang. Hal ini biasanya memberi ruang bagi kripto untuk bergerak naik.
9 Juni – Inflasi China
Data inflasi dari China akan memberikan gambaran dampak lanjutan dari perang dagang. Jika tekanan inflasi mereda, pasar bisa menilai bahwa tensi tarif AS-China mulai menurun, mendorong sentimen positif pada aset berisiko seperti kripto.
11 Juni – Inflasi AS
Angka inflasi AS jadi indikator penting lain. Jika inflasi naik melebihi ekspektasi, The Fed kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga. Ini bisa memberi tekanan ke pasar kripto jangka pendek.
17 Juni – Suku Bunga Bank of Japan
Pasar global juga mencermati kebijakan moneter Jepang. Tekanan pada obligasi jangka panjang Jepang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi mereka. Jika Bank of Japan menaikkan suku bunga, hal ini dapat mengguncang pasar global, termasuk kripto.
18 Juni – Keputusan The Fed
Ini adalah momen paling ditunggu di bulan Juni. Dengan inflasi yang masih fluktuatif dan kebijakan tarif Trump membayangi, The Fed diperkirakan menahan suku bunga. Namun, sinyal arah kebijakan selanjutnya akan sangat memengaruhi minat investor pada aset digital.
Kesimpulan Tren:
Juni 2025 akan menjadi bulan yang menentukan arah Bitcoin dan kripto. Investor perlu cermat membaca data ekonomi dan sinyal bank sentral. Volatilitas mungkin tinggi, tapi peluang juga terbuka lebar jika keputusan kebijakan berpihak pada aset berisiko.