Bitcoin tembus USD 104 ribu dan kapitalisasi pasar kripto mencapai USD 3 triliun. Investor perlu mencermati tiga hal penting ini saat Wall Street bersiap menghadapi lonjakan kripto.
Kripto Capai Arus Utama, Wall Street Siaga Bergerak
Bitcoin kini diperdagangkan mendekati USD 104 ribu, naik 65% dibandingkan tahun lalu. Tahun 2025 disebut sebagai momen emas bagi aset digital. Wall Street Siaga Dukungan terbuka Presiden AS Donald Trump makin mendorong adopsi kripto secara luas.
Kapitalisasi pasar kripto saat ini telah menyentuh USD 3 triliun. Artinya, kripto telah masuk ke arus utama keuangan global. Dengan tren ini, Wall Street bersiap menghadapi perubahan besar.
Investor Perlu Riset Mendalam
Meskipun kripto terbilang baru, strategi dan infrastrukturnya terus berkembang. Investor wajib melakukan riset secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Langkah penting meliputi analisis koin, dompet digital, serta platform bursa. Jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial. Konsultasi dengan penasihat keuangan menjadi kunci untuk memahami risiko dan peluang.
Likuiditas Menentukan Kelincahan Aset
Di dunia kripto, likuiditas menjadi faktor krusial. Koin besar seperti Bitcoin dan Ethereum cenderung mudah diperjualbelikan. Sebaliknya, altcoin kecil bisa sulit dijual saat pasar sedang tertekan.
CEO deVere Group, Nigel Green, menyebut kehadiran ETF Bitcoin sebagai solusi peningkatan likuiditas. ETF dinilai mampu membuat harga lebih stabil dan pasar lebih terakses.
Volatilitas Jadi Risiko Besar
Kripto terkenal sangat fluktuatif. Tidak jarang harga naik dan turun dalam waktu singkat. Contohnya, Bitcoin sempat turun 22% hanya dalam seminggu di pertengahan 2024.
Investor harus menyadari bahwa imbal hasil tinggi datang bersama risiko besar. Jangan panik saat harga jatuh, karena pasar kripto sering mengalami koreksi tajam sebelum kembali naik.
Strategy Tambah Kepemilikan Bitcoin
Perusahaan Strategy kembali membeli 13.390 BTC senilai USD 1,34 miliar atau Rp22,1 triliun. Total kepemilikan mereka kini mencapai 568.840 BTC, senilai lebih dari USD 59 miliar.
Michael Saylor, Ketua Eksekutif Strategy, mengatakan pembelian dilakukan dengan rata-rata harga USD 99.856 per BTC. Pendanaan berasal dari penjualan saham biasa dan preferen Seri STRK.
Sejak 2020, Strategy konsisten menambah cadangan Bitcoin. Mereka melihat kripto sebagai penyimpan nilai jangka panjang yang lebih unggul dari uang tunai atau aset perusahaan tradisional.