Harga Bitcoin hampir menyentuh US$100.000 setelah didorong sentimen global, minat institusional, dan aliran dana ke ETF spot.
Bitcoin Tembus US $99.000
Bitcoin Tembus US $99.000 pada Kamis (8/5), mencatatkan kenaikan 2,64% dalam 24 jam. Meskipun sempat terkoreksi ke US$98.938, harga Bitcoin tetap berada dalam tren naik kuat. Lonjakan ini menjadikan Bitcoin semakin dekat dengan level psikologis penting: US$100.000.
Dorongan dari Sentimen Global Menyebabkan Bitcoin Tembus US $99.000
Kabar dibukanya kembali negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China memicu lonjakan minat terhadap aset berisiko tinggi. Pertemuan mendatang antara pejabat tinggi dari kedua negara di Swiss dianggap sebagai momentum penting untuk meredakan ketegangan dagang.
Selain itu, keputusan Federal Reserve untuk menahan suku bunga juga turut meningkatkan daya tarik Bitcoin sebagai alternatif investasi yang tidak bergantung pada kebijakan moneter tradisional.
Trump dan Stabilitas Ekonomi
Presiden Donald Trump dijadwalkan menyampaikan pidato besar tentang perjanjian dagang pada Jumat pagi, serta mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan Inggris. Pasar menanggapi pernyataan ini secara positif, melihatnya sebagai langkah stabilisasi global yang mendorong optimisme.
Faktor Fundamental Kuat
Rachael Lucas, analis dari BTC Markets, mengatakan bahwa lonjakan ini tidak hanya didorong oleh kabar eksternal, tetapi juga oleh faktor fundamental yang kuat. Salah satunya adalah pasokan Bitcoin yang menyusut akibat halving pada April lalu.
Selain itu, arus masuk institusional ke ETF Bitcoin spot semakin deras. Berdasarkan data dari SoSoValue, 12 ETF spot di Amerika Serikat mencatat aliran dana masuk senilai lebih dari US$5 miliar sejak 25 April.
Target Selanjutnya: US$100.000
Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas US$100.000, analis memperkirakan harga akan melanjutkan tren naik jangka panjang dan menguji rekor tertinggi sepanjang masa yang sebelumnya dicapai pada 2021.