Harga Bitcoin mengalami penurunan di Hari Buruh Internasional 1 Mei 2025. Kapitalisasi pasar BTC kini berada di Rp 31 triliun, dengan tren penurunan harga kripto lainnya.
Harga Bitcoin Lesu Turun di Hari Buruh Internasional
Pada Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2025, Harga Bitcoin Lesu mengalami penurunan. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di sekitar Rp 31 triliun, dengan harga BTC dipatok pada Rp 1.565.794.822,64, menurun 0,88% dalam 24 jam dan 0,70% dalam sepekan terakhir.
Penurunan harga ini terjadi bersamaan dengan rilis data ekonomi dari Amerika Serikat yang menunjukkan kontraksi ekonomi sebesar 0,3% pada kuartal pertama 2025.
Kondisi Pasar Kripto Lainnya
Selain Bitcoin, sebagian besar kripto top lainnya juga mengalami pelemahan pada Hari Buruh ini. Ethereum (ETH) melemah 0,13% dalam 24 jam dan 3,10% dalam seminggu, dengan harga kini dipatok pada Rp 29.783.098,73 per koin. Stablecoin Tether (USDT) juga turun 0,99% dalam 24 jam, diperdagangkan seharga Rp 16.556,35.
XRP dan Binance Coin (BNB) juga merosot, masing-masing turun 2,06% dan 0,72%. Cardano (ADA) mengalami penurunan terbesar dengan 2,19% dalam 24 jam dan 4,12% dalam seminggu terakhir.
Pandangan Arthur Hayes Tentang Perang Dagang dan Bitcoin
Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, sebelumnya memperkirakan bahwa Bitcoin bisa mendapat keuntungan dari perang dagang global. Menurut Hayes, dengan perubahan kebijakan dari pengetatan kuantitatif (QT) menjadi pelonggaran kuantitatif (QE), Bitcoin bisa mencapai harga tertinggi di USD 250.000 pada akhir tahun ini.
Solana dan TRON Menguat Tipis
Sementara banyak kripto teratas mengalami penurunan, Solana (SOL) menguat tipis 0,79% dalam 24 jam, meskipun turun 4,22% dalam seminggu. Harga Solana kini diperdagangkan di level Rp 2.448.196,46 per koin.
TRON (TRX) juga mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,41% dalam 24 jam, meskipun masih turun 1,61% dalam sepekan.
Kesimpulan: Tren Penurunan Harga Bitcoin Lesu di Pasar Kripto
Secara keseluruhan, pasar kripto sedang menghadapi tekanan di Hari Buruh Internasional ini. Penurunan harga Bitcoin dan kripto lainnya sejalan dengan ketidakpastian ekonomi global. Meskipun demikian, beberapa analis masih optimis terhadap potensi jangka panjang Bitcoin dan aset kripto lainnya.