Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menjadi salah satu pemberi pinjaman terbesar di dunia, terutama bagi negara-negara berkembang. Dengan kebijakan luar negeri yang agresif dalam membangun infrastruktur melalui Belt and Road Initiative (BRI), banyak negara yang terjerat dalam utang kepada China. Namun, utang ini tidak hanya mempengaruhi ekonomi domestik mereka, tetapi juga dapat berdampak pada politik dan hubungan internasional.
1. Pakistan Negara dengan Utang
Sebagai salah satu negara dengan utang terbesar ke China, Pakistan telah menerima bantuan finansial dalam bentuk pinjaman untuk pembangunan infrastruktur, termasuk proyek besar seperti Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC). Utang Pakistan kepada China diperkirakan mencapai lebih dari $20 miliar, yang mengarah pada kekhawatiran mengenai kemampuan Pakistan untuk membayar kembali dalam jangka panjang.
Dampak: Utang yang besar ini berisiko mengorbankan stabilitas ekonomi Pakistan, dengan ketergantungan pada pinjaman luar negeri untuk pembiayaan berbagai proyek.
2. Angola Negara dengan Utang
Angola adalah salah satu negara Afrika yang paling terpengaruh oleh kebijakan pinjaman China. Dengan utang lebih dari $15 miliar, sebagian besar berasal dari sektor energi dan infrastruktur. China memanfaatkan utang ini untuk mengamankan akses ke sumber daya alam seperti minyak.
Dampak: Ketergantungan yang besar pada China dalam sektor ekonomi dapat mengarah pada ketidakstabilan jika terjadi masalah dalam pelunasan utang atau penurunan harga komoditas.
3. Ekuador
Ekuador merupakan salah satu negara yang menghadapi kesulitan ekonomi akibat utang besar kepada China, yang tercatat lebih dari $6 miliar. Sebagian besar utang ini digunakan untuk mendanai pembangunan infrastruktur dan sektor energi.
Dampak: Ekuador menghadapi risiko fiskal yang besar, dengan kemungkinan kesulitan membayar utang jika terjadi fluktuasi harga minyak atau penurunan produksi energi.
4. Venezuela
Venezuela telah mengandalkan China sebagai salah satu kreditur utama untuk membiayai berbagai proyek pembangunan, dengan utang lebih dari $10 miliar. Sektor energi, terutama minyak, menjadi jaminan bagi pinjaman-pinjaman ini.
Dampak: Ketidakpastian politik dan ekonomi di Venezuela, yang diperparah dengan penurunan produksi minyak, menjadikan negara ini rentan terhadap ketergantungan yang tinggi pada pinjaman China.
5. Sri Lanka
Sri Lanka menghadapai masalah besar setelah gagal membayar utang besar kepada China. Pinjaman-pinjaman yang diberikan untuk proyek infrastruktur besar, termasuk pelabuhan Hambantota, membuat Sri Lanka terjebak dalam utang yang sulit dilunasi. Pada tahun 2017, Sri Lanka terpaksa menyerahkan kendali pelabuhan Hambantota kepada China selama 99 tahun sebagai bagian dari kesepakatan restrukturisasi utang
